IKHLAS
Abu Utsman berkata: “ikhlas yang benar adalah tidak menghiraukan perhatian makhluk karena terus menerus memperhatikan Al Kholiq. Sedangkan ikhlas itu sendiri adalah engkau menginginkan keridhoan Alloh dengan hatimu, ucapanmu, dan amalanmu disertai rasa takut dari kemurkaanNya, seakan engkau melihatNya disertai keyakinan bahwa Dia melihatmu; sehingga musnahlah riya’ dari hatimu. Kemudian ingatlah bahwa semua itu atas karunia dan pemberian Alloh kepadamu. Allohlah yang memberi petunjuk kepadamu untuk mengerjakan dan melakukan suatu amal perbuatan dengan karuniaNya tersebut. Bila kamu bisa bersikap demikian, penyakit ujub bisa hilang dari hatimu. Dan bersikap lemah lembutlah dalam setiap amal perbuatanmu, agar penyakit terburu- buru bisa hilang dari hatimu. Sikap tergesa itu mengikuti hawa nafsu, sedangkan kelembutan mengikuti sunnah. Apabila engkau telah menyelesaikan amalmu, maka hendaklah hatimu merasa khawatir dan takut kepada Alloh kalau amalmu tidak diterima. Dari SITTU DUROR.















